Menyongsong Jamuan Ramadhan
Sumber: Arsip Artikel - Humas DT Jkt
Oleh : Aa Gym
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Q.S. Al-Baqarah [2]:183).
SEMOGA Allah memberikan umur kepada kita untuk
bisa menikmati jamuan Allah –bulan Ramadhan– yang sangat spektakuler,
yang membuat orang-orang putus harapan bisa berharap, dan yang putus
asa bisa bangkit. Kalau Saudara begitu banyak mengalami kesulitan,
seakan tidak ada lagi harapan, maka Ramadhan adalah saat di mana Allah
tidak akan mengecewakan hamba-hamba-Nya. Karena itu, seharusnya kita
bersimbah air mata karena kerinduan yang mendalam ingin mendapatkan
jaminan Allah SWT.
Ketika seorang dermawan yang mulia akhlaknya akan
menjamu seseorang, kita akan sangat bahagia karena dijamu oleh orang
yang kita segani. Apalagi ini jamuan dari pencipta alam semesta yang
Mahatahu lumuran dosa kita, yang Mahatahu segala derita dan harapan
kita. Amatlah rugi andai kata kita tidak termasuk orang yang merasa
sangat ingin memasuki Ramadhan ini dalam keadaan siap.
Khotbah Rasulullah
SAYA ingin mengutip sebuah hadis yang cukup
panjang, yaitu khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan. Khotbah
ini diriwayatkan Imam Ali R.A.
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian
bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang
paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling
utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling
utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.
"Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi
tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi
tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu
diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan
hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca
kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah
pada bulan yang agung ini.
"Kenanglah rasa lapar dan hausmu sebagaimana
kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum
fuqara dan masakin. Muliakan orangtuamu. Sayangilah yang muda.
Sambungkanlah tali persaudaraan. Jaga lidahmu. Tahan pandangan dari apa
yang tidak halal kamu memandangnya. Dan tahan pula pendengaranmu dari
apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
"Kasihilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak
yatim akan dikasihani manusia. Bertaubatlah kepada Allah dari
dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa di waktu salatmu
karena saat itulah saat yang paling utama ketika Allah Azza Wajalla
memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab ketika
mereka menyeru-Nya, Dia menyambut ketika mereka memanggil-Nya, dan Dia
mengabulkan doa-doa ketika mereka bermunajat kepada-Nya.
"Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai
karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan
memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah SWT bersumpah dengan segala
kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang bersujud,
tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di
hadapan Rabbul’alamin.
"Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi
makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan saum di bulan
ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak
dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Para sahabat bertanya,
‘Kami semua tidak akan mampu berbuat demikian.’ Lalu Rasulullah
melanjutkan khotbahnya. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya
dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya
dengan setitik air.
"Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan
akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim,
pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan
pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di
bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.
"Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan
ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan
memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang
menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan
dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang
siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan
dia dari rahmat-Nya.
"Siapa yang melakukan salat sunat di bulan
Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70
salat fardu di bulan yang lain.
"Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku
di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika
timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat
Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan
yang lain.
"Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga
dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah
menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah
kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan
terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi
menguasaimu.
"Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri
dan berkata: ‘Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’
Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di
bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT"
Persiapan
APA yang harus kita persiapkan menjelang bulan
Ramadhan? Tampaknya, mulai saat ini kita harus menjaga diri dari apa
pun yang Allah haramkan. Rasanya, tidak perlu kita menonton TV sampai
larut malam. Lebih baik kita isi dengan membaca Al-Quran atau berzikir.
Bagaimana mungkin kita membiarkan malam-malam kita diisi dengan tidur
pulas sedangkan Allah menyiapkan sepertiga malam terakhir menjadi saat
yang disukai Allah.
Usahakanlah untuk mulai saum dari apa pun yang
tidak disukai Allah. Allah Maha Melihat perjuangan kita. Kita harus
berupaya agar Allah Yang Maha Menyaksikan benar-benar melihat diri kita
menjadi orang yang bersiap-siap menyambut jamuan Allah. Kita akan
senang jikalau orang yang akan kita jamu datang dalam keadaan siap.
Mulai saat ini, hindari telinga kita dari sesuatu
yang tidak layak kita dengar. Usahakan untuk sehemat mungkin
berkata-kata yang tidak perlu. Untuk apa menambah-nambah kekotoran diri
dengan kata-kata yang tidak berguna. Berkatalah benar atau diam,
sehingga tiada terucap dari lisan ini kecuali kata-kata yang disukai
Allah.
Di samping itu, siapkan rumah kita menjadi rumah
yang penuh berkah di bulan Ramadhan. Kita harus mulai melihat, tidak
ada yang haram di rumah kita. Bukalah lemari kita, kalau ada yang
diragukan segera keluarkan. Lihatlah dapur kita, kalau ada barang yang
kita ragukan segera keluarkan. Jangan pernah kita dijamu Allah ketika
pada diri kita melekat pakaian yang haram.
Lihat perpustakaan kita, apakah masih ada
buku-buku yang bukan milik kita? Kalau ada segera kembalikan. Karena
buat apa kita menyimpan sesuatu yang tidak halal bagi kita. Sehingga
semuanya bersih dari yang haram. Bahkan selain bersih dari yang haram,
kita bersihkan diri kita dari sesuatu yang berlebihan. Kalau celana,
sarung, pakaian, dan kerudung kita terlalu banyak, segera keluarkan.
Daripada tidak kita pakai, lebih baik dimanfaatkan orang yang
membutuhkan.
Sebelum Ramadhan tiba, bebaskan rumah kita dari
hal yang sia-sia. Karena siapa lagi yang kita cari keridhaannya selain
Allah. Senangkah bila rumah kita dipuji manusia tapi dibenci Allah?
Tidak usah takut kehabisan pakaian karena
Allah-lah pemberi rezeki dan tidak mungkin Allah melalaikan orang yang
menafkahkan rezekinya di jalan Allah. Yakinlah, Allah tidak akan pernah
lupa membalasnya. Allah tahu kapan kita membutuhkannya karena Dialah
pengatur rezeki yang hakiki.
Ramadhan adalah saat di mana kita menjadi paling
dermawan dalam hidup kita sebagaimana Rasulullah menafkahkan rezekinya
di bulan Ramadhan. Tidak sulit bagi Allah untuk membalas setiap
hamba-hamba-Nya.
Tidak ada salahnya kita berniat sungguh-sungguh di
bulan Ramadhan karena menginginkan jodoh, sepanjang kita ingin
dijodohkan oleh Allah. Dialah yang menyuruh kita menikah dan Dialah
yang menciptakan kita berpasang-pasangan, kepada siapa lagi kita
meminta kalau bukan kepada-Nya. Yang pasti, Allah tidak akan
mengecewakan kalau kita bersungguh-sungguh kepada-Nya.
Mulai sekarang, sembari membersihkan rumah,
bersihkan pula pikiran dan hati kita dari pikiran negatif. Jangan
pernah berpikir benci kepada seseorang karena bisa mengotori hati kita.
Mulai saat ini, jadilah orang yang pemaaf. Tidak ada lagi
pikiran-pikiran untuk membalas dendam.
Mulai sekarang, latihlah untuk tidak
celetak-celetuk asal bicara. Hujan mau besar atau kecil tidak usah
dikomentari. Tidak ada lagi kata-kata yang membuat Allah tidak suka.
Alangkah bagusnya pabila kita minta maaf kepada
orangtua menjelang bulan Ramadhan. Ziarah ke makam orangtua kita bagi
yang sudah meninggal. Minta ampunlah kalau kita belum sungguh-sungguh
membahagiakan orangtua kita. Suami-istri juga ada baiknya saling
meminta maaf. Tidak ada salahnya minta maaf kepada orang yang lebih
muda dari kita, termasuk kepada adik dan anak-anak kita.
Yang sering zalim ke pembantunya segeralah minta
maaf. Minta maaflah dengan ikhlas. Insya Allah, dengan meminta maaf
terlebih dulu, kita akan lebih ringan memasuki Ramadhan. Sebaliknya,
kita juga harus menjadi pemaaf dengan segera memaafkan orang yang minta
maaf kepada kita.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang
menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan (Q.S. Ali Imran [3]:133-134).
Menjelang Ramadhan, dekatkanlah segala sesuatu
yang akan membuat kita akrab dengan Allah. Selalu siapkan Al-Quran di
tas, di meja kerja, dan di kamar tidur agar kita bisa dengan mudah
membacanya. Begitu juga dengan buku-buku tentang keutamaan bulan
Ramadhan. Sediakan juga anggaran khusus untuk sedekah dan anggaran
untuk berbuka bagi orang lain. Satu butir kurma yang kita berikan untuk
berbuka, pahalanya sama dengan satu hari saum.
Buat juga daftar orang yang harus kita kunjungi,
seperti kakek, nenek, bibi, dan keluarga kita yang lainnya. Terutama
keluarga kita yang sedang berada di rumah sakit. Tiap detik harus jadi
kebaikan. Tiada hari tanpa silaturahmi. Termasuk silaturahmi kepada
ulama. Kunjungi juga orang-orang duafa yang sengsara dan dililit utang.
Mudah-mudahan, Ramadhan kita menjadi penebar rahmat kepada orang-orang
yang duafa.
Bulan Ampunan
Nah sahabat. Kita tidak akan pernah berjumpa
dengan kemudahan ampunan kecuali di bulan Ramadhan ini. Sebanyak dan
semelimpah apapun dosa kita, sungguh Allah menjanjikan ampunan-Nya di
bulan Ramadhan ini.
Kalau kita merasa berat hidup karena lumuran dosa
dan maksiat, maka ketahuilah ampunan Allah di bulan Ramadhan lebih
dahsyat daripada dahsyatnya dosa-dosa kita.
Kalau kita merasa jauh dari rahmat Allah, hidup
gersang dan kering, maka Ramadhan adalah sarana yang paling cepat untuk
mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Kalau kita dililit utang piutang, maka Allah
adalah Dzat Mahakaya yang menjanjikan terkabulnya doa dan dilunasinya
apa yang kita butuhkan. Karena itu sungguh sangat rugi andaikata kita
tidak bergembira ria dan tidak bersemangat dalam menghadapi bulan yang
penuh berkah ini.
Ramadhan diawali dengan adzan berkumandang, maka
itulah saat syetan dibelenggu, dimulainya hitungan pahala amal yang
berbeda, dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka.
Maka sudah selayaknya kita harus sangat
bersungguh-sungguh berharap agar Allah menjamu kita dengan menyiapkan
diri menjadi orang yang layak dijamu oleh Allah.