Sebuah Cincin Emas..(Sebuah kisah lain dari "Don’t Judge A Book By It’s Cover..)
Suatu pagi Zhi Zhou mendatangi Zun-Nun dan
bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa guru
berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana.
Bukankah di masa seperti ini berpakaian
sebaik-baiknya amatlah penting, bukan hanya untuk
penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain."
Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan
cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Zhi
Zhou, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih
dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin
ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah
kamu menjualnya seharga satu keping emas?" Melihat
cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa
ragu, "Satu keeping emas? Saya tidak yakin cincin
ini bisa dijual seharga itu."
"Cobalah dulu anak muda, Siapa tahu kamu berhasil."
Zhi Zhou pun bergegas ke pasar.
Ia menawarkan
cincin itu kepada pedagang sayur, penjual daging
dan ikan. Ternyata, tak seorang pun berani membeli
seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya
satu keping perak. Tentu saja, Zhi Zhou tak berani
menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia
kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru,
tak seorang pun berani menawar lebih dari satu
keping perak."
Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata,
"Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang
jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko
atau tukang emas di sana. Jangan buka harga,
dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud.
Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang
lain.
Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para
pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya
dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan
harga sepuluh keping emas.
Rupanya nilai cincin ini sepuluh kali lebih tinggi
daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih,
"Itulah jawaban atas
pertanyaanmu tadi.
Seseorang tak bisa dinilai dari
pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan
daging di pasar" yang menilai demikian. Namun
tidak bagi "pedagang emas".
"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang,
hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu
melihat hingga ke kedalaman jiwa. Diperlukan
kearifan untuk menjenguknya, dan itu butuh proses.
Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata
dan sikap yang kita dengar danlihat sekilas.(apalagi kita mendengarnya dari orang lain bukan langsung ke sumbernya)
=====================
"If you want to learn more from life, better try
to live through turbulence, hard times, hard
people, differences & unfairness"