Sifat kepiting

SIFAT KEPITING
Nilai :
Oleh : Andrie Wongso (Senin, 18 Desember 2006, 00:41 WIB)

Saat
menjelang malam hari di tepi pantai, terlihat para nelayan melakukan
kegiatan yakni menangkap kepiting yang biasanya keluar dari sarang
mereka di malam hari. Kepiting-kepiting yang ditangkap oleh nelayan,
sebagian kecil akan menjadi lauk santapan sekeluarga, sebagian besar
akan di bawa ke pengumpul atau langsung ke pasar untuk di jual.

Para nelayan itu  memasukkan semua kepiting hasil tangkapan mereka
ke dalam baskom terbuka. Menariknya, baskom tersebut tidak perlu diberi
penutup untuk mencegah kepiting meloloskan diri dari situ. Ada yang
menarik dari tingkah laku  kepiting-kepiting yang tertangkap itu.
Mereka sekuat tenaga selalu berusaha keluar dengan menggunakan
capit-capitnya yang kuat, tetapi jika ada seekor kepiting yang nyaris
meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan berusaha
keras menarik kembali ke dasar baskom. Begitulah seterusnya, sehingga
akhirnya tidak ada seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom,
sebab itu lah para nelayan tidak membutuhkan penutup untuk mencegah
kepiting keluar dari baskom. Dan kemudian mati hidupnya si  kepiting
pun ditentukan keesokan harinya oleh si nelayan.

Sungguh menarik kisah dari sifat kepiting tadi, mengingatkan kita
pada kehidupan manusia. Kadang tanpa disadari, manusia bertingkah laku
seperti kepiting di dalam baskom. Saat ada seorang teman berhasil
mendaki ke atas atau berhasil mencapai sebuah prestasi, yang seharusnya
kita ikut berbahagia dengan keberhasilan itu, tetapi tanpa sadar, kita
justru merasa iri, dengki, marah, tidak senang, atau malahan berusaha
menarik atau menjatuhkan kembali ke bawah.
Apalagi dalam bisnis atau
bidang lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, tidak mau kalah
akan semakin nyata dan bila tidak segera kita sadari, kita telah
menjadi monster, mahluk yang menakutkan yang akhirnya akan membunuh
hati nurani kita sendiri.

Gelagat manusia yang mempunyai sifat seperti halnya sifat kepiting yaitu :

  1. Selalu sibuk merintangi orang lain yang akan menuju sukses sehingga lupa berusaha untuk memajukan diri sendiri.
  2. selalu mencari dan menyalahkan pihak di luar dirinya

Pembaca yang berbahagia,
Tidak perlu cemas dengan
keberhasilan orang lain,  tidak perlu ada menyimpan iri hati apalagi
tindakan yang bermaksud menghalangi teman atau orang lain agar mereka
tidak maju. Buang pikiran negatif seperti itu!

Karena
sesungguhnya, di dalam persaingan bisnis atau persaingan di bidang
apapun, tidak peduli berakhir dengan kemenangan atau kekalahan,
masing2 dari kita mempunyai hak untuk sukses!

Success is our right, sukses adalah hak kita semua!
Success is our right!

Jika kita bisa menyadari bahwa ! Success is our right, sukses adalah hak kita semua!
Maka secara konsekwen kita bisa menghargai setiap keberhasilan orang
lain,  bahkan selalu siap  membantu orang lain utk mencapai
kesuksesannya.
Untuk itu,  dari pada mempunyai niat menghalangi atau
menjatuhkan orang lain, jauh lebih penting adalah kita siap berjuang
dan sejauh mana kita sendiri  mengembangkan kemampuan dan potensi kita
seutuhnya. Sehingga hasil yang akan kita capaipun akan  maksimal dan
membanggakan!

Leave a Reply